Agustus-September Diprediksi Puncak Kemarau,BPBD Tanjabtim Perkuat Antisipasi Kebakaran Lahan

Kasus Karhutla yang terjadi tahun lalu
Kasus Karhutla yang terjadi tahun lalu

MUARASABAK – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mulai memperkuat langkah antisipasi menjelang puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung pada Agustus hingga September 2026. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala BPBD Tanjabtim, Amri Juhardy, mengatakan kondisi cuaca yang diprediksi lebih kering dari biasanya berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran, khususnya di wilayah yang memiliki lahan gambut.

Karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara dibakar. Selain berisiko memicu kebakaran, tindakan tersebut juga dapat menimbulkan dampak lingkungan yang luas.

BACA JUGA:156 Titik Panas Kepung Sarolangun, Bupati Hurmin Minta Seluruh Wilayah Siaga Karhutla

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dengan tidak membakar lahan serta meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau," ujar Amri.

Selain itu, warga juga diingatkan agar menghemat penggunaan air bersih sebagai langkah menghadapi kemungkinan berkurangnya ketersediaan air selama musim kemarau.

BPBD juga mengajak pemerintah desa, dunia usaha, dan instansi terkait memperkuat koordinasi dalam upaya pencegahan bencana. Kesiapsiagaan seluruh pihak dinilai penting agar potensi munculnya titik api dapat dideteksi dan ditangani sedini mungkin.

Amri menambahkan, masyarakat diharapkan segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan titik api maupun aktivitas yang berpotensi menyebabkan kebakaran. Menurutnya, partisipasi warga menjadi faktor penting dalam menekan risiko bencana.

BACA JUGA:Darurat Karhutla di Jambi! 81 Posko Siaga Pantau Ribuan Titik Panas, Warga Diminta Waspada!

Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, BPBD optimistis dampak musim kemarau di Kabupaten Tanjung Jabung Timur dapat diminimalkan sehingga aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan aman dan lancar. (*)




Berita Terkait

PDAM Tirta Mayang Genjot Perbaikan Kebocoran, Distribusi Air Saat Kemarau Jadi Prioritas

JAMBI-Menghadapi ancaman penurunan debit air pada musim kemarau, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Mayang Kota Jambi mempercepat penanganan keboc

Read more

Karhutla Kembali Terjadi di Tanjabtim, 4,5 Hektare Lahan Gambut Terbakar dalam Hitungan Jam

MUARASABAK – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim). Dalam waktu kurang dari sa

Read more

Karhutla Kembali Mengganas di Muaro Jambi, Lima Hektare Lahan Terbakar, Water Bombing Dikerahkan

MUARO JAMBI – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menghantui Kabupaten Muaro Jambi. Sedikitnya sekitar lima hektare lahan semak

Read more

Desa Rantau Gedang Tegas Larang Hiburan Malam, Pelanggar Terancam Sanksi Adat

SAROLANGUN – Pemerintah Desa Rantau Gedang, Kecamatan Bathin VIII, konsisten menerapkan larangan penyelenggaraan hiburan malam melalui Peraturan

Read more

Wali Kota Maulana Kagum, MTQ tingkat Kecamatan Kotabaru Dinilai Setara Tingkat Kota Jambi

JAMBI – Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, MKM menyebut Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-IX tingkat Kecamatan Kotabaru sebagai kegiatan yang

Read more

Warga Keluhkan Debu Stokpile Pasir, DLH Muaro Jambi Lepas Kewenangan Terkait Stokpile Pasir

MUARO JAMBI – Keluhan warga RT 3 Desa Penyengat Olak, Kecamatan Jambi Luar Kota, terkait aktivitas stokpile pasir yang diduga memicu debu dan me

Read more