Ilustrasi jamaah haji berangkat ke tanah suci
JAMBI – Pemerintah Provinsi Jambi mulai membuka peluang mengakhiri ketergantungan terhadap Embarkasi Batam. Dua daerah, yakni Padang dan Jakarta, kini masuk dalam kajian sebagai embarkasi yang dinilai lebih efisien dan berpotensi memangkas biaya perjalanan haji bagi jamaah asal Jambi.
Langkah tersebut bukan sekadar wacana. Pekan lalu, jajaran Pemprov Jambi telah menemui Kementerian Agama RI untuk membahas peluang perubahan embarkasi haji yang selama ini digunakan.
BACA JUGA:Jemaah Haji Asal Tanjab Barat Wafat di Madinah, Diduga Akibat Stroke Iskemik
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Jambi, Amrulsyah, mengatakan hasil perhitungan awal menunjukkan biaya keberangkatan melalui Padang maupun Jakarta lebih rendah dibandingkan melalui Batam.
"Dulu belum dilakukan karena mungkin belum terpikirkan. Secara kalkulasi, perpindahan ke Padang atau Jakarta ini memang lebih murah dibandingkan ke Batam," ujarnya kepada Jambi Ekspres, Selasa (21/7/2026).
Meski mengkaji perpindahan embarkasi utama, Pemprov memastikan status Jambi sebagai Embarkasi Haji Antara (EHA) tidak akan dilepas. Status tersebut dinilai memiliki nilai strategis karena selain memberikan kemudahan pelayanan bagi calon jamaah, juga menjadi pijakan penting menuju cita-cita Jambi memiliki embarkasi haji sendiri.
Menurut Amrulsyah, mempertahankan EHA merupakan amanat regulasi sekaligus syarat utama apabila nantinya Jambi berhasil meningkatkan kapasitas Bandara Sultan Thaha, termasuk melalui rencana perpanjangan landasan pacu.
"Kita harus pertahankan EHA karena ini amanat Undang-Undang. Di samping membantu jamaah, ini juga syarat kalau nanti landasan diperpanjang dan ke depannya kita mau menjadi embarkasi sendiri," katanya.
Sebagai langkah lanjutan, Biro Kesra bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi akan menyusun kajian akademis yang menjadi dasar pengambilan keputusan. Dokumen tersebut nantinya disampaikan kepada Gubernur Jambi sebelum usulan resmi diajukan kepada Menteri Agama.
"Nanti kita dengan Kanwil Haji akan membuat kajian akademis terlebih dahulu sebagai bahan masukan kepada Bapak Gubernur. Kalau beliau setuju, usulan ini akan kita lanjutkan kepada Bapak Menteri Agama agar bisa pindah embarkasi," jelasnya.
BACA JUGA:Jemaah Haji Asal Tanjab Timur Wafat di Madinah, Ini Keterangan Resminya
Saat ini, jumlah calon jamaah haji asal Provinsi Jambi tercatat sekitar 3.300 orang. Angka tersebut masih berada di bawah salah satu syarat untuk menjadi embarkasi penuh, yakni minimal memiliki kuota 4.000 jamaah per tahun. Selain itu, kesiapan infrastruktur, khususnya fasilitas bandara, juga menjadi faktor penentu sebelum Jambi dapat berdiri sebagai embarkasi haji mandiri.
Dengan kajian yang tengah disiapkan, peluang perubahan jalur keberangkatan haji kini memasuki tahap awal. Jika seluruh proses mendapat persetujuan pemerintah pusat, jamaah asal Jambi berpotensi tidak lagi diberangkatkan melalui Batam pada musim haji mendatang. (*)