Ilustrasi pelayanan kesehatan

Belum Ideal, Tanjabtim Masih Kekurangan Dokter di Sejumlah Fasilitas Kesehatan

Posted on 2026-08-24 20:21:35 dibaca 86 kali

MUARASABAK – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) masih menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan tenaga medis di fasilitas pelayanan kesehatan. Meski seluruh puskesmas di daerah tersebut telah memiliki dokter umum, jumlah tenaga yang tersedia dinilai belum memenuhi kebutuhan ideal untuk memberikan pelayanan secara maksimal kepada masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Tanjabtim, Nasrul Diman, mengatakan saat ini terdapat 17 puskesmas yang tersebar di wilayah Kabupaten Tanjabtim. Seluruh fasilitas kesehatan tingkat pertama tersebut telah memiliki sedikitnya satu dokter umum, namun jumlah tersebut masih berada di bawah kebutuhan yang seharusnya.

Menurut Nasrul, idealnya setiap puskesmas memiliki dua hingga tiga dokter umum. Dengan komposisi tersebut, pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal, terutama dalam menghadapi jumlah kunjungan pasien dan kebutuhan pelayanan medis di masing-masing wilayah.

BACA JUGA:Perundungan Masih Jadi Masalah Serius, Kemenkes Siapkan Perlindungan Dokter

"Untuk saat ini, 17 puskesmas di Kabupaten Tanjabtim sudah mempunyai dokter umum. Namun, jumlahnya masih belum sesuai standar. Idealnya, satu puskesmas membutuhkan minimal dua sampai tiga dokter," ujar Nasrul.

Kebutuhan tenaga medis tersebut menjadi perhatian karena puskesmas merupakan fasilitas kesehatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Selain memberikan pelayanan pengobatan, puskesmas juga memiliki peran dalam upaya promotif dan preventif, termasuk pelayanan kesehatan ibu dan anak, pengendalian penyakit, serta berbagai program kesehatan masyarakat.

Kekurangan tenaga dokter juga semakin terlihat pada layanan kedokteran gigi. Dari 17 puskesmas yang ada, baru sekitar lima fasilitas yang telah didukung dokter gigi. Artinya, masih terdapat 12 puskesmas yang belum memiliki tenaga dokter gigi untuk memberikan pelayanan secara langsung kepada masyarakat.

Kondisi tersebut membuat pemerataan tenaga kesehatan menjadi salah satu pekerjaan yang masih harus diselesaikan oleh pemerintah daerah. Terlebih, karakteristik wilayah Tanjabtim yang cukup luas membuat kebutuhan pelayanan kesehatan di setiap wilayah tidak selalu sama.

Nasrul menyebut persoalan keterbatasan tenaga medis tidak hanya terjadi pada tingkat puskesmas. Rumah sakit daerah juga masih membutuhkan sejumlah dokter spesialis untuk memperkuat pelayanan kesehatan, terutama pada jenis layanan yang membutuhkan kompetensi khusus.

Salah satu kebutuhan yang masih menjadi perhatian adalah tenaga dokter spesialis gigi. Keberadaan dokter spesialis tersebut dibutuhkan untuk menangani kasus-kasus tertentu sekaligus mendukung sistem pelayanan dan rujukan di rumah sakit.

"Untuk tenaga spesialis, kita juga masih terus melakukan pemetaan kebutuhan. Termasuk dokter spesialis gigi yang memang masih menjadi kebutuhan di rumah sakit," jelasnya.

Dinas Kesehatan Tanjabtim kini melakukan pemetaan kebutuhan tenaga kesehatan di berbagai fasilitas pelayanan. Pemetaan tersebut menjadi bagian penting untuk mengetahui jumlah tenaga yang tersedia, jenis kompetensi yang dibutuhkan, serta fasilitas mana saja yang masih mengalami kekurangan.

Dengan pemetaan yang lebih terarah, pemerintah daerah diharapkan dapat menyusun kebijakan penempatan maupun pemenuhan tenaga kesehatan sesuai dengan kondisi masing-masing fasilitas.

Selain berupaya memenuhi jumlah tenaga medis, Pemkab Tanjabtim juga menaruh perhatian pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) kesehatan yang sudah tersedia. Dokter yang saat ini bertugas didorong untuk terus mengembangkan kemampuan dan kompetensi sesuai dengan perkembangan kebutuhan pelayanan kesehatan.

"Peningkatan kapasitas SDM menjadi salah satu upaya kita. Dokter yang ada kita dorong untuk meningkatkan kompetensinya melalui pendidikan maupun pengembangan keahlian, sesuai kebutuhan pelayanan di Tanjabtim," ungkap Nasrul.

Menurutnya, peningkatan kompetensi menjadi langkah penting agar tenaga medis yang telah tersedia mampu memberikan pelayanan sesuai standar. Upaya tersebut juga diharapkan dapat memperkuat kualitas pelayanan tanpa hanya bergantung pada penambahan jumlah tenaga kesehatan.

Pemenuhan kebutuhan dokter secara menyeluruh memang tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat. Karena itu, pemerintah daerah menargetkan penambahan dan pemerataan tenaga medis dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan serta kebutuhan masing-masing fasilitas kesehatan.

Langkah tersebut mencakup penguatan tenaga dokter umum di puskesmas, pemenuhan dokter gigi, hingga pemetaan kebutuhan dokter spesialis di rumah sakit. Dengan strategi tersebut, kesenjangan pelayanan antarwilayah diharapkan dapat ditekan.

BACA JUGA:Obesitas Tak Cukup Diatasi dengan Mengurangi Nasi, Ini Saran Dokter

Dinas Kesehatan juga terus mendorong agar fasilitas kesehatan dapat memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Ketersediaan tenaga medis yang memadai dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan akses dan mutu layanan kesehatan di daerah.

"Tanjabtim menargetkan pemenuhan tenaga dokter dapat dilakukan secara bertahap, sehingga pelayanan kesehatan masyarakat di puskesmas maupun rumah sakit semakin optimal," pungkas Nasrul.

Pemkab Tanjabtim berharap upaya pemenuhan dan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan tersebut dapat memperkuat pelayanan kesehatan dari tingkat puskesmas hingga rumah sakit. Dengan dukungan SDM yang lebih memadai dan kompeten, masyarakat diharapkan dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang semakin mudah, cepat, dan berkualitas. (*)

Copyright 2026 Jambitrends.com

Alamat: Kota Jambi

Telpon:

E-Mail: admin@jambitrends.com, kontak : 0823xxxxxxxx