Kasus Kematian Brigadir EWS Naik ke Penyidikan, Enam Orang Resmi Jadi Tersangka
JAMBI – Penanganan kasus kematian Brigadir EWS, anggota Polres Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), memasuki fase baru. Setelah melalui serangkaian
Read more
TANGGERANG-Tangerang — Upaya penyelundupan narkotika jenis etomidate dalam jumlah besar berhasil digagalkan aparat kepolisian di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Barang bukti cairan narkotika golongan II itu memiliki nilai ekonomi fantastis yang ditaksir mencapai hampir Rp100 miliar.
Pengungkapan kasus ini merupakan hasil pengembangan dari tiga penindakan berbeda yang dilakukan sejak awal tahun hingga pertengahan 2026. Seluruhnya melibatkan jaringan lintas negara dengan pola penyelundupan melalui penumpang internasional.
Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Pol Wisnu Wardana, menyebut total barang bukti yang diamankan mencapai 8,6 liter cairan etomidate yang disamarkan dalam berbagai kemasan produk rumah tangga dan barang bawaan penumpang.
“Nilai ekonominya sekitar Rp97,8 miliar dari tiga pengungkapan kasus,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Dalam operasi tersebut, empat orang warga negara asing diamankan. Mereka diketahui berasal dari Singapura, Malaysia, China, dan Thailand, yang diduga berperan sebagai kurir dalam jaringan internasional. Para pelaku disebut menerima imbalan puluhan hingga ratusan juta rupiah untuk setiap pengiriman.
Penyelundupan ini terungkap melalui pemeriksaan ketat terhadap penumpang dan bagasi di terminal kedatangan internasional. Petugas menemukan cairan etomidate yang disembunyikan dalam botol minuman, kemasan produk kecantikan, hingga barang sehari-hari yang telah dimodifikasi.
Kasus pertama terungkap pada Mei 2026 saat dua penumpang dari Malaysia diperiksa setibanya di Terminal 2F. Dari koper mereka, petugas menemukan dua liter lebih cairan etomidate yang dikemas secara tidak wajar.
Selang beberapa hari, petugas kembali mengamankan seorang warga negara China yang membawa ratusan mililiter zat serupa dari Thailand. Sementara itu, kasus lainnya melibatkan seorang penumpang asal Thailand yang membawa lebih dari empat liter cairan etomidate yang disamarkan dalam beberapa botol kemasan.
Dari hasil penyelidikan sementara, seluruh pelaku mengaku hanya bertugas sebagai kurir dan diperintahkan oleh pihak lain yang kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Jaringan ini diduga memiliki struktur yang rapi dengan pembagian tugas antarnegara.
Polisi memperkirakan barang haram tersebut berpotensi diolah menjadi ratusan ribu dosis siap edar dalam bentuk cairan vape, yang dapat menimbulkan dampak serius bagi penyalahgunaannya di Indonesia.
Kepolisian menegaskan bahwa Bandara Soekarno-Hatta masih menjadi salah satu titik rawan penyelundupan narkotika jaringan internasional. Karena itu, pengawasan bersama antara kepolisian dan Bea Cukai akan terus diperketat.
Hingga kini, penyidik masih mengembangkan kasus untuk memburu aktor utama di balik jaringan tersebut yang diduga mengendalikan distribusi dari luar negeri ke Indonesia. (*)
JAMBI – Penanganan kasus kematian Brigadir EWS, anggota Polres Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), memasuki fase baru. Setelah melalui serangkaian
Read moreJAMBI-Polda Jambi terus menggenjot penyelidikan atas kematian Brigadir EWS, anggota Polres Tanjung Jabung Timur. Hingga kini, sedikitnya 13 saksi tela
Read moreMUARASABAK – Tiga hari setelah seorang anggota Polres Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) berpangkat Brigadir Polisi ditemukan meninggal dunia, mis
Read moreJAMBI – Dua personel Satlantas Polresta Jambi menjadi korban penyerangan oleh seorang pria yang belum diketahui identitasnya saat menjalankan tu
Read moreMUARO JAMBI – Kepolisian Resor Muaro Jambi masih melakukan penyelidikan terkait laporan dugaan tindak asusila yang diduga terjadi di lingkungan
Read moreMUARASABAK – Cuaca ekstrem berupa angin puting beliung melanda kawasan RT 001 Dusun I, Desa Majelis Hidayah, Kecamatan Kuala Jambi, Kabupaten Ta
Read more