Geopark Merangin Optimistis Pertahankan Status UNESCO Global Geopark

Kawasan Geopark Merangin di Desa Air Batu, Kecamatan Renah Pembarap, Kabupaten Merangin, Jambi.
Kawasan Geopark Merangin di Desa Air Batu, Kecamatan Renah Pembarap, Kabupaten Merangin, Jambi.

JAMBI-Pemerintah Provinsi Jambi menegaskan optimisme mereka bahwa Geopark Merangin akan terus diakui sebagai bagian dari UNESCO Global Geoparks. Keyakinan ini muncul seiring persiapan evaluasi ulang yang dijadwalkan berlangsung tahun ini, sekaligus menegaskan komitmen daerah dan masyarakat dalam menjaga kelestarian kawasan.

Gubernur Jambi, Al Haris, menyebutkan bahwa pengawasan kawasan geopark terus diperketat untuk mencegah aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan maupun situs geologi bersejarah. “Kami fokus memastikan Geopark Merangin tetap terawat dan memenuhi standar internasional yang ditetapkan UNESCO,” ujar Al Haris.

Geopark Merangin memiliki luas lebih dari 4.800 kilometer persegi, mencakup 12 kecamatan dan 131 desa. Kawasan ini dikenal memiliki kekayaan geologi yang unik, keanekaragaman hayati, serta situs fosil purba yang menjadi daya tarik wisata sekaligus objek penelitian ilmiah.

Bupati Merangin, Muhammad Syukur, menambahkan bahwa pelestarian kawasan ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat, terutama generasi muda. Ia menekankan bahwa menjaga lingkungan geopark adalah investasi bagi warisan alam yang dapat dinikmati generasi mendatang.

Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah Kabupaten Merangin terus mendorong pengembangan kawasan geopark melalui berbagai langkah strategis. Ini termasuk peningkatan infrastruktur, penguatan ekonomi masyarakat lokal, dan pelestarian nilai budaya. Upaya ini diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara konservasi alam dan pembangunan daerah.

Selain nilai konservasi, Geopark Merangin memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata unggulan di Provinsi Jambi. Keberadaan fosil purba, formasi geologi yang unik, serta keanekaragaman flora dan fauna di kawasan ini diharapkan mampu menarik wisatawan lokal maupun mancanegara.

Al Haris menekankan bahwa sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan mempertahankan status geopark di tingkat internasional. “Dengan dukungan semua pihak, kami yakin Geopark Merangin tidak hanya akan tetap diakui UNESCO, tetapi juga berkembang sebagai destinasi wisata berbasis konservasi yang mendunia,” tuturnya.

Pemerintah daerah berharap bahwa keberlanjutan program ini dapat memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya melindungi warisan alam, sambil membuka peluang ekonomi baru melalui ekowisata. Seluruh upaya ini diharapkan menjadikan Geopark Merangin sebagai model pengelolaan kawasan geologi yang sukses di Indonesia. (*)




Berita Terkait

Jalur Baru Pendakian Gunung Kerinci via Solok Selatan Resmi Dibuka, Tawarkan Rute Panjang dengan Potensi Wisata Besar

KERINCI-Pendaki Gunung Kerinci kini memiliki pilihan jalur baru. Akses pendakian melalui Kabupaten Solok Selatan resmi dibuka setelah Pemerintah Kabup

Read more

Musim Kemarau Datang, TN Berbak Sembilang Masuk Zona Rawan Karhutla

MUARASABAK– Memasuki musim kemarau, kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Taman Nasional Berbak dan Sembi

Read more

Geopark Merangin Optimistis Pertahankan Status UNESCO Global Geopark

JAMBI-Pemerintah Provinsi Jambi menegaskan optimisme mereka bahwa Geopark Merangin akan terus diakui sebagai bagian dari UNESCO Global Geoparks. Keyak

Read more

BPS Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Jambi, 3.647 Petugas Siap Data Seluruh Aktivitas Ekonomi

JAMBI - Badan Pusat Statistik (BPS) resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Provinsi Jambi sebagai langkah memperbarui basis data e

Read more

Tanjab Timur Siapkan 520 Hektare Sawah Baru untuk Perkuat Produksi Pangan 2026

MUARASABAK— Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, menargetkan pembukaan lahan sawah baru seluas 520 hektare pada 2026 untuk meningka

Read more

Aktivitas PETI di Sungai Batanghari Ancaman Serius bagi Populasi Ikan

JAMBI-Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, disebut menimbulkan ancaman serius terhadap ekosistem Sungai Batanghari. P

Read more