Dokter Ingatkan Nebulizer Tak Boleh Dipakai Sembarangan, Salah Penggunaan Berisiko Picu Gangguan Mata

Ilustrasi penggunaan nebulizer pada anak
Ilustrasi penggunaan nebulizer pada anak

JAKARTA– Penggunaan nebulizer sebagai alat terapi inhalasi harus dilakukan sesuai indikasi medis dan prosedur yang benar. Kesalahan dalam penggunaan alat tersebut dapat menyebabkan residu obat menyebar ke organ lain dan memicu berbagai efek samping, termasuk gangguan pada mata.

Dokter spesialis anak konsultan respirologi, dr. Wahyuni Indawati, Sp.A, Subsp. Respi (K), menjelaskan bahwa risiko yang muncul bergantung pada jenis obat yang digunakan dalam proses nebulisasi. Obat yang mengandung steroid, misalnya, dapat meningkatkan risiko katarak apabila residunya terus-menerus mengenai mata dalam jangka panjang.

BACA JUGA:Perundungan Masih Jadi Masalah Serius, Kemenkes Siapkan Perlindungan Dokter

Sementara itu, obat golongan antikolinergik juga perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan tekanan bola mata. Kondisi tersebut berpotensi memicu glaukoma jika paparan terjadi berulang tanpa perlindungan yang memadai.

"Obat yang mengandung steroid apabila mengenai mata dalam waktu lama berisiko menyebabkan katarak. Sedangkan golongan antikolinergik dapat meningkatkan tekanan bola mata yang berujung pada glaukoma," kata Wahyuni dalam acara OMRON di Jakarta, Kamis.

Nebulisasi merupakan metode pemberian obat dengan mengubah sediaan cair menjadi partikel aerosol agar dapat dihirup langsung ke saluran pernapasan. Terapi ini bertujuan mengantarkan obat tepat ke organ sasaran sehingga bekerja lebih efektif pada sistem respirasi.

Dokter yang berpraktik di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) tersebut menekankan pentingnya menggunakan nebulizer berkualitas baik serta memastikan prosedur terapi dilakukan secara benar. Langkah itu diperlukan agar penyebaran residu obat dapat diminimalkan dan tidak menimbulkan dampak pada organ lain di luar saluran pernapasan.

Wahyuni juga mengingatkan masih banyak anggapan di masyarakat yang keliru dengan menjadikan nebulizer sebagai solusi untuk hampir semua gangguan pernapasan. Padahal, terapi inhalasi memiliki indikasi medis yang spesifik dan tidak dapat diberikan secara sembarangan.

Menurutnya, nebulisasi umumnya digunakan untuk menangani penyakit pada saluran napas, terutama asma. Selain itu, terapi ini juga dapat diberikan pada beberapa kasus infeksi saluran pernapasan, seperti croup laringitis dan bronkiolitis, sesuai penilaian dokter.

BACA JUGA:Tips Aman Mengakhiri Hubungan yang Tidak Sehat

Karena itu, masyarakat diimbau tidak menggunakan nebulizer tanpa rekomendasi tenaga medis. Apabila mengalami gangguan pernapasan, konsultasi dengan dokter menjadi langkah penting agar pasien memperoleh diagnosis serta terapi yang tepat sesuai penyebab penyakitnya. (*)




Berita Terkait

Dokter Ingatkan Nebulizer Tak Boleh Dipakai Sembarangan, Salah Penggunaan Berisiko Picu Gangguan Mata

JAKARTA– Penggunaan nebulizer sebagai alat terapi inhalasi harus dilakukan sesuai indikasi medis dan prosedur yang benar. Kesalahan dalam penggu

Read more

Microsoft Sebut Tingkat Kematangan Penggunaan AI di Indonesia Lampaui Rata-rata Dunia

JAKARTA-Microsoft mengungkapkan bahwa pekerja di Indonesia menunjukkan tingkat kematangan yang tinggi dalam memanfaatkan kecerdasan artifisial (AI). B

Read more

Update WhatsApp 2026, Pengguna Bisa Chat Privat Pakai Username Tanpa Nomor Telepon

JAKARTA=WhatsApp tengah mempersiapkan peluncuran fitur username yang memungkinkan pengguna saling berkomunikasi tanpa harus mengungkapkan nomor telepo

Read more

Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat

JAKARTA - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58, BPJS Kesehatan menggelar Health Fun Run di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Minggu (

Read more

Modifikasi Mobil untuk Liburan, Tetap Prioritaskan Keamanan Berkendara

JAKARTA-Menjelang musim liburan sekolah, banyak pemilik mobil mulai mempersiapkan kendaraannya agar perjalanan keluarga menjadi lebih nyaman. Salah sa

Read more

Perundungan Masih Jadi Masalah Serius, Kemenkes Siapkan Perlindungan Dokter

JAKARTA- Praktik perundungan di lingkungan tenaga medis menjadi salah satu persoalan serius yang dihadapi dokter di Indonesia. Menteri Kesehatan Budi

Read more