Fadli Zon Ultimatum Stockpile Batu Bara Keluar dari Kawasan Cagar Budaya Muarajambi
JAMBI-Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan aktivitas penampungan batu bara (stockpile) tidak lagi boleh berada di dalam Kawasan Cagar Budaya Nasion
Read more
MUAROJAMBI-Kebakaran lahan gambut seluas 6 hektare di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi, berhasil dikendalikan. Namun, ancaman belum sepenuhnya berakhir. Tim gabungan Satgas Karhutla masih berjibaku melakukan pendinginan untuk memastikan bara tersembunyi tidak kembali memicu kebakaran.
Kasrem 042/Gapu Kolonel Inf Davy Darma Putra bersama Kasiops Korem dan Kalak BPBD Provinsi Jambi turun langsung ke lokasi, Selasa (22/7), untuk memastikan penanganan berjalan optimal. Pemeriksaan lapangan dilakukan guna memastikan seluruh area terdampak telah aman dan tidak ditemukan titik api baru.
BACA JUGA:Karhutla di Perbatasan Jambi-Sumsel Berhasil Dipadamkan, Aparat Selidiki Penyebab Kebakaran
Kebakaran pertama kali terdeteksi melalui patroli udara pada Senin (21/7) pukul 12.06 WIB. Laporan tersebut langsung direspons dengan pengerahan Satgas Karhutla untuk melakukan pemadaman sebelum api menyebar lebih luas di kawasan gambut yang dikenal memiliki tingkat kerawanan tinggi.
Medan menjadi tantangan terbesar dalam operasi ini. Lokasi kebakaran yang berada jauh di dalam kawasan gambut membuat kendaraan pemadam sulit menjangkau titik api melalui jalur darat. Kondisi tersebut memaksa petugas mengandalkan strategi gabungan melalui operasi darat, dukungan udara, serta pemanfaatan sumber air yang tersedia.
Sekitar 50 personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Dinas Pemadam Kebakaran, perusahaan, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan warga setempat dikerahkan dalam operasi penanganan. Dukungan water bombing, patroli udara, serta pendinginan menggunakan air dari sekat kanal dan embung menjadi bagian dari upaya memutus potensi kebakaran berulang.
Meski api telah berhasil dipadamkan, Satgas Karhutla tidak menurunkan kewaspadaan. Pendinginan terus dilakukan untuk membongkar titik-titik panas yang berpotensi menjadi sumber api baru, terutama di area gambut yang memiliki kemampuan menyimpan bara dalam waktu lama.
Kolonel Inf Davy Darma Putra meminta seluruh personel tetap mengutamakan keselamatan, memperkuat patroli, dan memastikan penanganan dilakukan hingga kondisi benar-benar aman.
Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan Kepolisian. Satgas Karhutla kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau.
Dengan kondisi cuaca yang masih berpotensi memicu kebakaran, Satgas Karhutla Provinsi Jambi memastikan langkah pencegahan, pemantauan, dan respons cepat akan terus diperkuat untuk melindungi wilayah rawan karhutla.
Kebakaran lahan gambut seluas 6 hektare di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi, berhasil dikendalikan. Namun, ancaman belum sepenuhnya berakhir. Tim gabungan Satgas Karhutla masih berjibaku melakukan pendinginan untuk memastikan bara tersembunyi tidak kembali memicu kebakaran.
Kasrem 042/Gapu Kolonel Inf Davy Darma Putra bersama Kasiops Korem dan Kalak BPBD Provinsi Jambi turun langsung ke lokasi, Selasa (22/7), untuk memastikan penanganan berjalan optimal. Pemeriksaan lapangan dilakukan guna memastikan seluruh area terdampak telah aman dan tidak ditemukan titik api baru.
BACA JUGA:156 Titik Panas Kepung Sarolangun, Bupati Hurmin Minta Seluruh Wilayah Siaga Karhutla
Kebakaran pertama kali terdeteksi melalui patroli udara pada Senin (21/7) pukul 12.06 WIB. Laporan tersebut langsung direspons dengan pengerahan Satgas Karhutla untuk melakukan pemadaman sebelum api menyebar lebih luas di kawasan gambut yang dikenal memiliki tingkat kerawanan tinggi.
Medan menjadi tantangan terbesar dalam operasi ini. Lokasi kebakaran yang berada jauh di dalam kawasan gambut membuat kendaraan pemadam sulit menjangkau titik api melalui jalur darat. Kondisi tersebut memaksa petugas mengandalkan strategi gabungan melalui operasi darat, dukungan udara, serta pemanfaatan sumber air yang tersedia.
Sekitar 50 personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Dinas Pemadam Kebakaran, perusahaan, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan warga setempat dikerahkan dalam operasi penanganan. Dukungan water bombing, patroli udara, serta pendinginan menggunakan air dari sekat kanal dan embung menjadi bagian dari upaya memutus potensi kebakaran berulang.
Meski api telah berhasil dipadamkan, Satgas Karhutla tidak menurunkan kewaspadaan. Pendinginan terus dilakukan untuk membongkar titik-titik panas yang berpotensi menjadi sumber api baru, terutama di area gambut yang memiliki kemampuan menyimpan bara dalam waktu lama.
Kolonel Inf Davy Darma Putra meminta seluruh personel tetap mengutamakan keselamatan, memperkuat patroli, dan memastikan penanganan dilakukan hingga kondisi benar-benar aman.
Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan Kepolisian. Satgas Karhutla kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau.
Dengan kondisi cuaca yang masih berpotensi memicu kebakaran, Satgas Karhutla Provinsi Jambi memastikan langkah pencegahan, pemantauan, dan respons cepat akan terus diperkuat untuk melindungi wilayah rawan karhutla. (*)
JAMBI-Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan aktivitas penampungan batu bara (stockpile) tidak lagi boleh berada di dalam Kawasan Cagar Budaya Nasion
Read moreJAMBI – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi semakin meningkat seiring memasuki puncak musim kemarau. Untuk memperkuat
Read moreMUARASABAK – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim). Dalam waktu kurang dari sa
Read moreJAMBI - Universitas Jambi (UNJA) resmi membuka penerimaan mahasiswa baru melalui Jalur Seleksi Mandiri Berdasarkan Skor UTBK-SNBT atau SMMPTN Barat Ta
Read moreSUNGAI PENUH – Saluran irigasi di Desa Gedang, Kota Sungai Penuh, kembali jadi sorotan. Infrastruktur vital yang menopang ratusan hektare sawah
Read moreMUARASABAK – Senyum petani kelapa dalam di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) kembali berubah menjadi kekhawatiran. Setelah sempat berha
Read more