Aliran Sungai di Desa Catur Rahayu Tersumbat Rumput, Warga Desak Normalisasi Cegah Banjir
MUARASABAK– Ancaman banjir kembali menghantui warga Desa Catur Rahayu, Kecamatan Dendang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Penyebabnya bukan sema
Read more
MUARASABAK– Ancaman banjir kembali menghantui warga Desa Catur Rahayu, Kecamatan Dendang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Penyebabnya bukan semata tingginya curah hujan, melainkan kondisi sungai penghubung Desa Catur Rahayu dan Desa Sidomukti yang mengalami pendangkalan akibat dipenuhi tumbuhan liar.
Hampir seluruh permukaan sungai sepanjang sekitar tiga kilometer dengan lebar mencapai 20 meter itu kini tertutup hamparan rumput. Akibatnya, aliran air tidak lagi mengalir lancar sehingga kapasitas sungai untuk menampung debit air terus menurun.
BACA JUGA:Sungai Penuh Terkepung Krisis Irigasi, Puluhan Tahun Saluran Rusak dan Petani Terancam Gagal Panen
Dampaknya mulai dirasakan masyarakat, terutama ketika hujan turun dengan intensitas tinggi. Air yang tidak tertampung kerap meluap hingga menggenangi permukiman, lahan persawahan, pekarangan rumah warga, bahkan badan jalan di kawasan Dusun Blok 4, Desa Catur Rahayu.
Kepala Desa Catur Rahayu, Ekyantoko Budiantoro, mengatakan kondisi tersebut membutuhkan penanganan segera melalui normalisasi sungai. Menurutnya, keberadaan rumput yang memenuhi badan sungai menjadi penyebab utama tersendatnya aliran air.
"Kalau tidak segera dinormalisasi, saat hujan deras air akan terus meluap dan menggenangi rumah warga maupun lahan pertanian," kata Ekyantoko.
Ia menjelaskan, persoalan itu juga telah mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Saat melaksanakan Safari Ramadan beberapa waktu lalu, Bupati Dillah Hikmah Sari turun langsung meninjau lokasi dan melihat kondisi sungai yang mengalami pendangkalan.
BACA JUGA:Aktivitas PETI di Sungai Batanghari Ancaman Serius bagi Populasi Ikan
Dalam kesempatan tersebut, bupati meminta organisasi perangkat daerah terkait segera mengambil langkah normalisasi agar aliran sungai kembali berfungsi optimal dan risiko banjir, khususnya di wilayah Blok 4, dapat ditekan.
Pemerintah Desa Catur Rahayu berharap instruksi tersebut segera ditindaklanjuti. Warga menilai pengerukan dan pembersihan sungai menjadi langkah mendesak untuk mengembalikan fungsi saluran air sekaligus melindungi permukiman serta lahan pertanian dari ancaman banjir yang terus berulang setiap musim penghujan. (*)
MUARASABAK– Ancaman banjir kembali menghantui warga Desa Catur Rahayu, Kecamatan Dendang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Penyebabnya bukan sema
Read moreMUARASABAK – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) resmi mengajukan permintaan formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sebanya
Read moreJAMBI - BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jambi bekerja sama dengan Bank BRI Cabang Jambi menggelar kegiatan Kopdar dan Sosialisasi Program Racing Transaksi
Read moreSUNGAIPENUH-Pemerintah Kota Sungai Penuh resmi menutup pintu bagi perekrutan tenaga honorer baru di seluruh perangkat daerah. Kebijakan tersebut diber
Read moreKERINCI-Pemerintah Kabupaten Kerinci mulai merealisasikan perbaikan Jalan Masgo di Kecamatan Gunung Raya, ruas yang selama ini menjadi keluhan masyara
Read moreJAMBI-Penanganan kasus dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pengadaan peralatan praktik SMK di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Jambi me
Read more