Saat kegiatan FEB Provinsi Jambi yang berlangsung di Swiss-Belhotel Jambi

Inflasi Diproyeksi Terkendali, Sektor Energi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Jambi

Posted on 2026-07-24 14:06:30 dibaca 75 kali

JAMBI - Pemerintah Provinsi Jambi terus menegaskan pentingnya sektor energi sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah. Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Sudirman, saat membuka Forum Ekonomi Bisnis (FEB) Provinsi Jambi Periode Juli 2026 dengan tema “Prospek Sektor Energi Jambi: Arah Kebijakan RKAB Batubara, Lifting Migas dan Dampaknya terhadap Ekonomi Daerah”, yang berlangsung di Swiss-Belhotel Jambi, Rabu (23/7/2026).

Forum ini menjadi wadah strategis bagi pemerintah daerah, Bank Indonesia, akademisi, pelaku usaha, perbankan, serta pemangku kepentingan lainnya untuk merumuskan langkah-langkah penguatan ketahanan ekonomi. Sudirman menegaskan, sektor energi masih menjadi motor penggerak utama perekonomian Provinsi Jambi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Jambi pada triwulan I 2025 mencapai 4,33 persen (year on year), dengan lapangan usaha pengadaan listrik dan gas mencatat pertumbuhan tertinggi 13,54 persen. Produksi minyak bumi sepanjang 2024 tercatat sekitar 7,5 juta barel atau rata-rata 20.698 barel per hari, sementara produksi batubara pada 2025 diperkirakan mencapai 15 juta ton. “Potensi energi ini harus dikelola secara optimal agar memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat, namun tetap memperhatikan aspek lingkungan dan prinsip pembangunan berkelanjutan,” tegas Sudirman yang membacakan sambutan Gubernur Jambi.

Forum FEB juga dimanfaatkan sebagai momentum evaluasi kondisi ekonomi Provinsi Jambi pada triwulan I dan II sekaligus menyusun strategi menghadapi semester kedua 2026. Sudirman menegaskan bahwa meski pertumbuhan ekonomi belum mencapai 5 persen dan inflasi tercatat 3,85 persen, pemerintah tetap optimistis dengan sinergi yang dibangun. “Kita akan terus memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, perbankan, akademisi, dan dunia usaha. Optimalisasi tata kelola batubara dan peningkatan lifting migas diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian, tetapi seluruh proses harus memperhatikan kelestarian lingkungan,” kata Sudirman saat diwawancarai oleh awak media.

Langkah ini sejalan dengan strategi Pemprov Jambi untuk menjadikan sektor energi sebagai motor pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka peluang investasi bernilai tambah tinggi. Dengan pengelolaan yang tepat dan berkelanjutan, diharapkan sektor energi mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mendukung pembangunan industri, serta menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.

Forum ini menegaskan komitmen Pemprov Jambi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan melalui pengelolaan sumber daya energi yang efektif dan ramah lingkungan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi melalui Deputi Kepala Perwakilan, Robby Fathir, menyampaikan proyeksi inflasi dan pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi pada Triwulan III 2026. Menurut Robby, inflasi diperkirakan akan tetap berada pada rentang target 2,5±1%, menunjukkan stabilitas harga yang terkendali. “Faktor yang menahan laju inflasi di Jambi antara lain keberhasilan upaya pengendalian harga melalui operasi pasar dan pasar murah, tren normalisasi harga komoditas global seperti minyak, emas, dan pupuk, serta komitmen pemerintah untuk menjaga harga BBM nonsubsidi tetap stabil dan tersedia,” jelasnya.

Sementara itu, faktor yang berpotensi mendorong inflasi mencakup kondisi geopolitik global, seperti kemungkinan berlanjutnya perang di Timur Tengah, puncak musim kemarau, serta efek lanjutan dari kenaikan harga minyak yang memengaruhi harga komoditas plastik.

Robby juga memaparkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi tahun 2026, yang diperkirakan berada dalam rentang 4,20% hingga 5,00%, didorong oleh ketahanan permintaan domestik serta aktivitas sektor berbasis komoditas. Dari sisi lapangan usaha, kenaikan harga komoditas global memberikan insentif bagi petani perkebunan untuk meningkatkan kapasitas produksi, sementara ekspansi program prioritas nasional turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. “Pertumbuhan ini juga menghadapi tantangan, khususnya terkait pembatasan RKAB Nasional 2026, yang menekan industri pertambangan dan wilayah penyangganya. Dampak ini dirasakan pada pendapatan masyarakat sektor pertambangan, menurunkan konsumsi rumah tangga, serta menahan pertumbuhan ekspor daerah,” ungkapnya saat menyampaikan sambutan.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi didukung oleh peningkatan belanja pemerintah pusat di daerah, yang mendorong ekspansi program prioritas nasional dan meningkatkan nilai investasi lokal. Meski begitu, perlambatan konsumsi rumah tangga tetap menjadi faktor yang menahan laju pertumbuhan, sehingga kolaborasi antara sektor publik dan swasta menjadi penting untuk menjaga momentum ekonomi.

Bank Indonesia menegaskan bahwa kombinasi antara kebijakan fiskal yang tepat, pengendalian inflasi, dan pemanfaatan potensi sektor komoditas menjadi kunci dalam memastikan pertumbuhan ekonomi Jambi tetap stabil, inklusif, dan berkelanjutan, meskipun dihadapkan pada tantangan global dan regional.

Dengan proyeksi stabilitas inflasi dan pertumbuhan ekonomi yang terkendali, pemerintah daerah dan pemangku kepentingan diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini untuk mendorong pembangunan ekonomi yang berdaya saing sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Jambi. (*)

Copyright 2026 Jambitrends.com

Alamat: Kota Jambi

Telpon:

E-Mail: admin@jambitrends.com, kontak : 0823xxxxxxxx