Warga saat antri untuk mendapatkan BBM bersubsidi
JAMBI – Kelangkaan BBM subsidi jenis Pertalite yang sempat terjadi di sejumlah SPBU di Kota Jambi dipicu keterlambatan pasokan dari Terminal BBM Tanjung Uban, bukan karena pengurangan kuota. Gangguan distribusi tersebut membuat banyak pengendara tidak memperoleh Pertalite dan terpaksa membeli Pertamax dengan harga yang lebih tinggi.
Persoalan ini mendapat perhatian Anggota Komisi XII DPR RI dari Daerah Pemilihan Jambi, Syarif Fasha, setelah menerima banyak laporan dari masyarakat mengenai kosongnya stok Pertalite di berbagai SPBU. Ia kemudian berkoordinasi dengan Pertamina Patra Niaga Jambi untuk memastikan penyebab terganggunya pasokan.
BACA JUGA:Polisi Bongkar Dugaan Pengangkutan BBM Ilegal di Sungai Batanghari, Dua Orang Jadi Tersangka
Dari hasil koordinasi itu diketahui pengiriman Pertalite ke Jambi tertunda karena kapal pengangkut dari Terminal BBM Tanjung Uban belum berangkat sesuai jadwal. Fasha selanjutnya melakukan konfirmasi langsung kepada pihak Pertamina di Tanjung Uban.
Berdasarkan penjelasan yang diterimanya, keterlambatan tersebut berkaitan dengan proses distribusi dan pasokan impor Pertalite, sehingga jadwal keberangkatan kapal menuju Jambi ikut mundur.
"Setelah kami menghubungi Pertamina Tanjung Uban, kapal yang mengangkut Pertalite langsung diberangkatkan menuju Jambi," kata Fasha.
Untuk menghindari kekosongan stok yang lebih luas, Pertamina Patra Niaga Jambi mengambil langkah darurat dengan mendatangkan tambahan pasokan dari Regional Sumatera Bagian Selatan melalui Kilang Pertamina Plaju, Palembang. Langkah itu dilakukan sambil menunggu pasokan utama tiba melalui jalur laut.
Fasha menjelaskan sekitar 40 persen kebutuhan Pertalite di Provinsi Jambi dipenuhi melalui jalur distribusi dari Palembang. Namun, distribusi darat juga tidak sepenuhnya menjadi solusi karena kondisi sejumlah ruas jalan menyebabkan waktu pengiriman lebih lama dari perkiraan.
Kini, kondisi pasokan mulai berangsur normal. Kapal pengangkut Pertalite dari Tanjung Uban telah bersandar di Depot Pertamina Jambi dan menyelesaikan proses bongkar muat, sehingga distribusi ke SPBU kembali dilakukan secara bertahap.
"Insya Allah tidak ada lagi kelangkaan ataupun keterlambatan Pertalite maupun BBM jenis lainnya di Jambi," ujarnya.
BACA JUGA:Polda Jambi Ungkap 57 Kasus SDA, BBM Subsidi dan PETI Jadi Sorotan Semester I 2026
Meski distribusi kembali berjalan, Fasha menilai insiden tersebut menjadi peringatan bagi Pertamina untuk memperkuat sistem ketahanan energi di daerah. Menurutnya, stok operasional BBM subsidi di Jambi tidak boleh berada pada batas minimum karena sedikit saja terjadi gangguan distribusi, dampaknya langsung dirasakan masyarakat.
Ia menegaskan, cadangan Pertalite maupun Solar harus disiapkan dalam jumlah yang memadai agar pelayanan di SPBU tetap berjalan meski terjadi hambatan pengiriman dari luar daerah.
Komisi XII DPR RI, lanjut Fasha, akan meminta Pertamina Patra Niaga di tingkat pusat mengevaluasi pola distribusi sekaligus meningkatkan kapasitas stok penyangga BBM subsidi di Jambi. Langkah tersebut dinilai penting agar keterlambatan pasokan tidak kembali memicu kelangkaan dan keresahan masyarakat. (*)