Tim gabungan secara bersama-sama berupaya mengendalikan kobaran api agar tidak merambat ke kawasan lain.

Karhutla Bakar Sekitar Satu Hektare Lahan di Rimbo Tengah, Tim Gabungan Bergerak Cepat

Posted on 2026-08-24 20:28:26 dibaca 116 kali

MUARA BUNGO – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Bungo. Kali ini, kebakaran melanda lahan milik warga di RT 04 RW 02, Desa Sungai Buluh, Kecamatan Rimbo Tengah, Senin (24/8/2026).

Kebakaran tersebut berada di wilayah binaan Koramil 416-06/MB. Begitu menerima informasi mengenai adanya titik api, Babinsa Koramil 416-06/MB, Kopda Dumroh, bersama personel gabungan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan.

Tim gabungan yang diterjunkan melibatkan unsur TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemadam kebakaran (Damkar), Satpol PP, serta masyarakat sekitar. Mereka bersama-sama berupaya mengendalikan kobaran api agar tidak merambat ke kawasan lain.

BACA JUGA:Karhutla Kembali Muncul di Air Merah Muaro Jambi, Tiga Helikopter Water Bombing Dikerahkan

Lahan yang terbakar diketahui merupakan milik warga bernama Tobri. Kondisi lahan yang terdiri dari kebun karet tua, kawasan gambut, semak belukar, hingga rerumputan ilalang membuat api berpotensi dengan cepat menyebar apabila tidak segera ditangani.

Dari total luas lahan yang mencapai sekitar 1,5 hektare, diperkirakan kurang lebih 1 hektare di antaranya terdampak kebakaran.

Setibanya di lokasi, personel gabungan langsung melakukan pemadaman dengan menyesuaikan kondisi medan. Upaya tersebut dilakukan secara bersama-sama untuk mempercepat proses pengendalian api sekaligus mencegah kobaran menjalar ke bagian lahan yang belum terbakar.

Kekuatan personel yang dikerahkan cukup besar. Tercatat sebanyak 10 personel TNI, 25 personel Polri, enam personel BPBD, serta 25 personel Damkar berada di lokasi untuk melakukan penanganan. Selain itu, satu orang Kasat Pol PP turut terlibat dalam kegiatan tersebut bersama masyarakat setempat.

Proses pemadaman juga didukung sejumlah kendaraan dan peralatan operasional. Sarana yang digunakan antara lain satu unit kendaraan R4 Damkar TNI, satu unit kendaraan R6 AWC tangki milik Polri, satu unit kendaraan R4 BPBD, serta satu unit kendaraan R4 Damkar.

Kehadiran berbagai unsur tersebut mempercepat upaya pemadaman di lapangan. Setelah melalui proses penanganan, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan sehingga tidak meluas ke area lain di sekitar lokasi.

Namun, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi setelah api berhasil dipadamkan. Pemantauan tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang kembali muncul.

Langkah tersebut dinilai penting karena sebagian lahan yang terbakar merupakan area gambut. Karakteristik tanah gambut membuat api dapat bertahan atau menyebar di bawah permukaan meskipun kobaran di atas tanah telah terlihat padam. Karena itu, petugas perlu memastikan kondisi lahan benar-benar aman.

Personel gabungan juga meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan munculnya kembali titik api. Pemantauan dilakukan di sekitar kawasan yang sebelumnya terbakar guna mengantisipasi terjadinya kebakaran susulan.

Sementara itu, hingga proses penanganan berlangsung, penyebab pasti kebakaran belum diketahui. Pihak terkait masih melakukan penanganan dan pendalaman untuk mengetahui faktor yang menjadi pemicu munculnya api di lahan tersebut.

Kondisi di lokasi setelah pemadaman dilaporkan aman dan kondusif. Meski demikian, petugas tetap melakukan pengawasan sebagai langkah antisipasi mengingat kondisi lahan yang masih memiliki potensi menyimpan bara.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi Karhutla, terutama ketika kondisi lahan berada dalam keadaan kering. Area yang dipenuhi semak, ilalang dan lahan gambut memiliki tingkat kerawanan yang perlu mendapat perhatian lebih.

Keterlibatan Babinsa bersama personel TNI lainnya dalam penanganan kebakaran tersebut menjadi bagian dari upaya membantu pemerintah daerah dan masyarakat menghadapi ancaman Karhutla. TNI bersama unsur terkait terus mendorong langkah cepat di lapangan setiap kali terdapat laporan mengenai kebakaran.

Selain membantu proses pemadaman, kehadiran aparat juga diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara pemerintah, petugas penanggulangan bencana, aparat keamanan dan masyarakat dalam menghadapi potensi kebakaran.

Kerja sama lintas sektor menjadi salah satu faktor penting dalam penanganan Karhutla. Respons yang cepat sejak api pertama kali ditemukan dapat memperbesar peluang untuk mencegah kebakaran meluas dan menekan kerugian yang ditimbulkan.

BACA JUGA:Karhutla Jambi Makin Krusial, Hujan Buatan Terkendala Minimnya Awan

Masyarakat sekitar juga diharapkan ikut menjaga kondisi lingkungan dan segera menyampaikan laporan apabila kembali menemukan asap atau titik api di wilayahnya. Informasi yang diterima lebih awal dapat mempercepat pengerahan petugas menuju lokasi.

Dengan berhasil dikendalikannya kebakaran di Desa Sungai Buluh, situasi di sekitar lokasi saat ini dalam keadaan aman. Meski demikian, personel gabungan tetap meningkatkan kewaspadaan dan melakukan pemantauan guna memastikan tidak terjadi kembali penyalaan api di area yang telah terbakar. (*)

Copyright 2026 Jambitrends.com

Alamat: Kota Jambi

Telpon:

E-Mail: admin@jambitrends.com, kontak : 0823xxxxxxxx