Kadis Kominfo Provinsi Jambi Ariansyah (kiri) saat menghadiri Festival Pesta Rakyat Petani Kopi Kerinci 2026 di Lapangan Desa Batang Sangir, Kabupaten Kerinci,

Kopi Kerinci Didorong Masuk Pasar Global, Ekspor ke Kanada dan Malaysia Capai 14 Ton

Posted on 2026-09-13 13:24:32 dibaca 39 kali

KERINCI — Kopi Kerinci mulai didorong naik kelas. Pemerintah Provinsi Jambi tak ingin komoditas unggulan tersebut berhenti sebagai hasil perkebunan yang hanya dipasarkan di dalam negeri, tetapi berkembang menjadi produk bernilai ekonomi tinggi yang mampu bersaing di pasar global.

Ambisi itu diperkuat dengan pelepasan ekspor kopi Kerinci ke Kanada dan Malaysia dengan total volume 14 ton. Masing-masing negara menerima tujuh ton kopi dengan nilai sekitar Rp1,2 miliar.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jambi, Ariansyah, mengatakan target tersebut membutuhkan pembenahan menyeluruh. Pengembangan kopi, menurutnya, tidak cukup hanya mengejar peningkatan produksi di tingkat petani.

BACA JUGA:Gunung Kerinci Masih Level II Waspada, PVMBG Catat Ratusan Aktivitas Gempa Dalam Sehari

Hal yang lebih penting adalah membangun mata rantai usaha dari kebun hingga konsumen, termasuk memastikan kualitas produk memenuhi standar pasar internasional.

"Kita perlu membangun ekosistem yang lebih utuh, mulai dari budidaya, peningkatan produktivitas, pascapanen, standardisasi mutu pengolahan, pengemasan, sertifikasi, branding, promosi, hingga perluasan akses pasar di dalam dan luar negeri," ujar Ariansyah saat membuka Festival Pesta Rakyat Petani Kopi Kerinci 2026 di Lapangan Desa Batang Sangir, Kabupaten Kerinci, Jumat.

Menurut Ariansyah, festival kopi yang digelar bukan semata-mata panggung promosi. Momentum tersebut harus menjadi pintu masuk untuk mempertemukan petani dengan pelaku usaha, koperasi, investor, lembaga pembiayaan, hingga calon pembeli dari luar negeri.

Jika rantai tersebut terbangun, dampaknya diharapkan tidak berhenti pada peningkatan nilai jual kopi. Ekonomi UMKM, lapangan kerja, keterlibatan generasi muda, agrowisata, hingga pengembangan budaya lokal juga dinilai berpotensi ikut bergerak.

Langkah menuju pasar global juga diperkuat melalui kerja sama antara perusahaan pengelola dan perdagangan kopi dengan perusahaan asal Amerika Serikat. Dalam kerja sama tersebut, dua kontainer kopi dijadwalkan dikirim pada Oktober dan November 2026 dengan nilai ekspor mencapai Rp6,5 miliar.

Artinya, pasar ekspor yang dibidik kopi Kerinci tidak lagi terbatas pada kawasan Asia. Amerika Utara dan pasar internasional lainnya mulai menjadi sasaran pengembangan komoditas tersebut.

Di sisi lain, pemerintah juga mencoba menjawab persoalan klasik petani: akses modal.

Melalui Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH), dukungan pembiayaan direncanakan diberikan kepada 100 petani binaan di Kerinci dan Bengkulu. Nilai bantuan untuk pengembangan usaha agroforestri kopi kelompok tani hutan dan kelompok usaha perhutanan sosial tersebut mencapai Rp1,5 miliar.

Program itu ditargetkan terus diperluas. BPDLH bahkan menargetkan penyaluran dana hingga Rp37,5 miliar sampai 2027.

BACA JUGA:Jalur Baru Pendakian Gunung Kerinci via Solok Selatan Resmi Dibuka, Tawarkan Rute Panjang dengan Potensi Wisata Besar

Ariansyah menegaskan, penguatan pembiayaan tersebut menjadi bagian penting dari upaya membangun ekosistem kopi yang berkelanjutan. Sebab, ambisi menembus pasar global pada akhirnya tetap bergantung pada kemampuan petani menghasilkan kopi yang konsisten dari sisi kualitas, kuantitas, dan standar pengolahan.

Dengan pasar Kanada, Malaysia, dan Amerika Serikat yang mulai dibuka, tantangan berikutnya bukan lagi sekadar bagaimana menjual kopi Kerinci ke luar negeri. Tantangannya adalah memastikan petani memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar dari setiap ekspor yang tercipta. (*)

Copyright 2026 Jambitrends.com

Alamat: Kota Jambi

Telpon:

E-Mail: admin@jambitrends.com, kontak : 0823xxxxxxxx