Polres Tanjabtim Bongkar Jaringan Sabu, Oknum ASN Jadi Tersangka

Ilustrasi Sabu
Ilustrasi Sabu

MUARASABAK – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) kembali mengungkap jaringan peredaran narkotika di wilayah Kota Jambi. Kali ini, seorang oknum aparatur sipil negara (ASN) berinisial RS (28), warga Kelurahan Tanjung Solok, berhasil ditangkap karena diduga terlibat dalam kepemilikan dan peredaran narkotika jenis sabu.

Penangkapan RS dilakukan pada Kamis (4/6/2026) sekitar pukul 20.00 WIB, di rumah tersangka, setelah polisi menerima laporan dari masyarakat terkait aktivitas transaksi narkotika di kawasan tersebut. Kasat Narkoba Polres Tanjabtim, AKP Charles M. Sitorus, menegaskan bahwa penindakan ini merupakan hasil penyelidikan mendalam yang dilakukan Tim Opsnal Subdit I.

BACA JUGA:Kanwil Ditjenpas Jambi Tegaskan Dukungan Penuh terhadap Proses Hukum ASN Terjerat Narkoba

“Informasi dari warga ditindaklanjuti melalui penyelidikan intensif. Petugas kemudian menggerebek rumah tersangka dan mengamankan RS beserta barang bukti,” jelas Charles.

Dalam penggeledahan, petugas menemukan enam paket sabu dengan berat bersih 0,77 gram, enam plastik klip kosong, satu tabung kaca pirek, satu kotak permen, satu sendok sabu dari pipet, serta korek api yang telah dimodifikasi. Uang tunai Rp100 ribu yang diduga hasil transaksi juga turut disita. Semua barang bukti disaksikan Ketua RT setempat.

Hasil pemeriksaan awal mengungkap bahwa RS memperoleh sabu dari seorang pria berinisial F, yang saat ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Petugas kemudian menahan dua tersangka lain, yakni RE (48) dan BW (44), sebagai bagian dari pengembangan kasus ini.

Charles menambahkan, ketiga tersangka telah diamankan di Mapolres Tanjabtim untuk proses penyidikan lebih lanjut. Polisi juga sedang mendalami kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas di balik peredaran narkotika ini. Barang bukti yang disita telah dikirim ke Laboratorium Forensik Palembang untuk analisis lebih lanjut.

“Pengungkapan ini diharapkan dapat menyelamatkan masyarakat dari dampak narkotika. Kami memperkirakan sedikitnya tiga orang telah terhindar dari penyalahgunaan narkoba berkat tindakan ini,” ujarnya.

BACA JUGA:ASN Ditjenpas Jambi Ditangkap Polda Terkait 536 Butir Pil Ekstasi, Polisi Ungkap Jaringan di Kota Jambi

Kasus ini menjadi peringatan serius mengenai potensi penyalahgunaan narkotika di wilayah Tanjabtim, termasuk kemungkinan keterlibatan oknum ASN dalam jaringan peredaran. Aparat penegak hukum menegaskan komitmen untuk menindak tegas seluruh pihak yang terlibat, tanpa terkecuali. (*)




Berita Terkait

Penyelidikan Kematian Brigadir EWS Menguat, Polda Jambi Periksa 13 Saksi, Kasus Jadi Atensi Mabes Polri

JAMBI-Polda Jambi terus menggenjot penyelidikan atas kematian Brigadir EWS, anggota Polres Tanjung Jabung Timur. Hingga kini, sedikitnya 13 saksi tela

Read more

Garis Polisi Masih Terpasang di Kontrakan Azi Kost, Jejak Meninggalnya Brigpol Eko Masih Menyisakan Tanda Tanya

MUARASABAK – Tiga hari setelah seorang anggota Polres Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) berpangkat Brigadir Polisi ditemukan meninggal dunia, mis

Read more

Kematian Brigpol Eko Masih Misterius, Polisi Dalami Dugaan Penyebab Meninggal dan Spekulasi Unsur Pidana di TKP

MUARASABAK – Misteri kematian Brigpol Eko Winarno Saputra, personel Polres Tanjung Jabung Timur, masih menyelimuti. Hingga tiga hari pascakejadi

Read more

Kanwil Ditjenpas Jambi Tegaskan Dukungan Penuh terhadap Proses Hukum ASN Terjerat Narkoba

JAMBI-Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Provinsi Jambi menyatakan sikap tegas dan mendukung sepenuhnya proses hukum terhad

Read more

ASN Ditjenpas Jambi Ditangkap Polda Terkait 536 Butir Pil Ekstasi, Polisi Ungkap Jaringan di Kota Jambi

JAMBI-Seorang aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Provinsi Jambi, berinisial RB

Read more

Tawuran Antar Geng Motor di Ness Batang Hari, Satu Pria Tewas Usai Disabet Senjata Tajam

BATANGHARI– Satu korban meninggal dunia dalam insiden bentrokan antar kelompok di kawasan Nes, Kabupaten Batang Hari, pada Minggu (28/6) dini ha

Read more