Pelabuhan Apung Pangkal Duri Ambruk, Transportasi Warga Lumpuh

Pelabuhan apung di Desa Pangkal Duri, Kecamatan Mendahara, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, roboh ke dalam sungai akibat diduga tidak lagi mampu menahan beban karena usia konstruksi yang telah tua.
Pelabuhan apung di Desa Pangkal Duri, Kecamatan Mendahara, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, roboh ke dalam sungai akibat diduga tidak lagi mampu menahan beban karena usia konstruksi yang telah tua.

MUARASABAK – Pelabuhan apung di Desa Pangkal Duri, Kecamatan Mendahara, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, ambruk ke dalam sungai. Fasilitas yang selama bertahun-tahun menjadi urat nadi aktivitas penyeberangan dan bongkar muat barang warga itu diduga roboh akibat kondisi konstruksi yang telah lapuk dimakan usia.

Ambruknya pelabuhan membuat masyarakat kehilangan salah satu akses transportasi sungai yang selama ini dimanfaatkan untuk mobilitas sehari-hari maupun aktivitas perdagangan. Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah perbaikan agar aktivitas kembali berjalan normal.

BACA JUGA:Harga Pinang di Tanjabtim Anjlok, Petani Terjepit Pembayaran Toke Tersendat

Sejumlah warga menyebut kondisi pelabuhan sebenarnya sudah lama memprihatinkan. Kerusakan pada beberapa bagian bangunan terus terjadi, namun belum mendapat penanganan hingga akhirnya konstruksi tidak lagi mampu bertahan dan roboh ke sungai.

"Sejak dulu pelabuhan ini menjadi tempat masyarakat mengangkut barang sekaligus menyeberang. Kami berharap segera diperbaiki karena sangat dibutuhkan," kata seorang warga.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tanjung Jabung Timur, H. Taufik Hidayat, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk meninjau lokasi guna mengetahui penyebab kerusakan sekaligus menyiapkan langkah penanganan.

"Kabid mau turun cek ke lokasi," ujar Taufik saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Senin (13/7).

BACA JUGA:Harga TBS Naik Tinggi, Petani Tanjabtim Tetap Mengeluh karena Buah Trek

Hingga kini belum diketahui besaran kerusakan maupun waktu pelabuhan tersebut akan diperbaiki. Masyarakat berharap pemerintah daerah segera merealisasikan perbaikan mengingat pelabuhan itu memiliki peran penting sebagai sarana transportasi sungai dan penunjang aktivitas ekonomi warga.

Teks foto: Pelabuhan apung di Desa Pangkal Duri, Kecamatan Mendahara, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, roboh ke dalam sungai akibat diduga tidak lagi mampu menahan beban karena usia konstruksi yang telah tua. (*)




Berita Terkait

Pelabuhan Apung Pangkal Duri Ambruk, Transportasi Warga Lumpuh

MUARASABAK – Pelabuhan apung di Desa Pangkal Duri, Kecamatan Mendahara, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, ambruk ke dalam sungai. Fasilitas yang s

Read more

Jambi Siap Gunakan Biodiesel B50, Masyarakat Diimbau Tak Khawatir Karena Aman untuk Kendaraan

JAMBI – Provinsi Jambi menyatakan kesiapan menerapkan penggunaan biodiesel B50 sebagai bahan bakar ramah lingkungan. Masyarakat diimbau tidak kh

Read more

Dewan Tak Mau WTP Jadi Tameng, Desak OPD Tuntaskan Temuan BPK yang Masih Tertinggal

JAMBI – Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) ternyata belum cukup menjadi bukti bahwa tata kelola keuangan Pemerintah Provinsi Jambi benar-benar

Read more

ASN Pemkot Jambi Diizinkan Absen Lapangan untuk Antar Anak di Hari Pertama Sekolah

JAMBI–Pemerintah Kota Jambi memberikan dispensasi kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Jambi untuk mengantarkan anak pada har

Read more

Jangan Kaget, Jambi Masih Bisa Diguyur Hujan Meski Sudah Masuk Kemarau

JAMBI – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sultan Thaha Jambi meminta masyarakat di Provinsi Jambi untuk tetap mengantisipasi

Read more

Operasi Tambang Ilegal Merangin Terhenti, Polisi Hadapi Massa di Lokasi PETI

JAMBI – Upaya penindakan terhadap aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Merangin mengalami kendala setelah tim gabungan Bare

Read more